PEMBAHASAN
|
DINDING DAN PELAPISAN DINDING
|
CREATED BY : KELOMPOK 3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Dapat dibayangkan bila kita tinggal disuatu rumah dan kantor atau menginap dihotel yang tidak nerdinding. Tentu akan terasa tidak nyaman da tidak aman. Dinding memberikan nilai privasi, nilai kenyamanan, nilai kesehatan, dan nilai khusus. Nilai khusus ini terutama dirasakan untuk bangunan-bangunan khusus seperti `laboraturium uji, ruang operasi, dan studio-studio yang menghendaki ambang kebisingan tertentu.
Dinding adalah suatu struktur padat yang membatasi dan kadang melindungi suatu area. Umumnya, dinding membatasi suatu bangunan dan menyokong struktur lainnya, membatasi ruang dalam bangunan menjadi ruangan-ruangan, atau melindungi atau membatasi suatu ruang di alam terbuka.
Dinding ada yang berupa dinding partisi (tidak menahan beban) dan ada yang berupa dinding struktural (bearing wall). Dinding partisi yang sifatnya non struktural harus diperkuat dengan rangka (untuk dinding partisi yang sifatnya non struktural harus diperkuat dengan rangka (untuk kayu), dan kolom praktis, sloof, ringbalk (untuk bata). Dan ada tiga jenis utama dinding struktural adalah dinding bangunan, dinding pembatas (boundary ), serta dinding penahan (retaining).
Dinding dapat dibuat dari bermacam-macam material atau bahan sesuai dengan kebutuhannya, contoh-contoh dinding adalah :
1. Dinding beton : Dinding Beton Pra Cetak dan Dinding Beton Cor Ditempat
2. Dinding dari batu buatan : Dinding Bata merah, Dinding Batako putih (Tras), Dinding Batako semen, Dinding Bata Ringan
3. Dinding kayu: Dinding Papan Kayu, Dinding sirap dan Dinding bambu
4. Dinding batu alam/ batu kali
5. Dinding Kaca
1.2 RUMUSAN MASALAH
· Ingin mengetahui fungsi dinding
· Ingin mengetahui macam-macam dinding
· Ingin mengetahui material dinding, kelebihan dan kekurangannya
· Ingin mengetahui finishing dinding
· Ingin mengetahui aksesoris dinding
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 FUNGSI DINDING
1. Melindungi manusia atau harta benda dalam bangunan
2. Sebagai pemisah antar ruangan
3. Sebagai pemisah ruang yang bersifat pribadi dengan yang bersifat umum
4. Sebagai penahan cahaya, angin, hujan, banjir, dan sebagainya yang bersumber dari alam
5. Sebagai penahan struktur (untuk fungsi tertentu seperti dinding lift, reservoar, dan lain-lain)
6. Sebagai penahan kebisingan untuk ruang yang memerlukan ambang kekedapan suara tertentu seperti studio rekaman atau studio siaran
7. Sebagi penahan radiasi sinar atau zat tertentu seperti ruangan radiologi, ruang oprasi, laboraturium, dan lain-lain
8. Sebagai fungsi artistik tertentu
9. Sebagai penyimpanan surat-surat berharga seperti brankas di bank dan lain-lain
2.2 MACAM-MACAM DINDING
Dilihat dari macamnya, dinding dapat digolongkan menjadi tiga bagian yaitu dinding interior, dinding eksterior, dan dinding fungsi khusus.
1. Dinding Interior
Dinding interioar adalah dnding yang dipakai didalam ruangan. Ada pemilik yang menginginkan dinding permanen atau masif, ada juga yang menggunakan jenis bangunan partisi atau sekat pembatas yang dapat diangkat.
2. Dinding Eksterior
Selain harus kuat dan indah, dinding eksterior harus tahan cuaca, terutama cuaca daerah sekitar. Didaerah yang sering terjadi gempa, curah hujan yang tinggi, dan suhunya yang tinggi, pemilihan jenis materialnya sangat berbeda.
3. Dinding Fungsi Khusus
Bahan dinding yang mempunyai fungsi khusus tentu harus disesuaikan dengan fngsi yang harus diemban. Misalnya, dinding labolaturium uji petir tentu harus terbuat dari beton yang siap menahan tekanan tertentu, dinding kedap suara harus terbuat dari bahan akustik yang disesuaikan dengan tingkat ambang kebisingan yang dapat ditoleran, demiian juga fungsi dinding seperti dinding penahan tanah, benteng perag, ruang penyimpanan brankang uang atau surat berharga tentu harus berupa dinding yang kukuh dan terbuat dari beton atau pasangan bata.
2.3 MATERIAL DINDING
1. DINDING BETON
Ada dua jenis dinding beton, yaitu dinding beton pracetak (pabrikan) yang biasa disebut panel beton dan jenis dinding beton cor di tempat
1) Dinding Beton Pracetak
Didalam dinding beton pracetak terdapat lubang-libang yang fungsinya untuk instalasi kabel, pipa, dan lain-lain.
Panel beton ringan sekarang banyak digunakan untuk ruko, perumahan, pabrik atau bangunan lain dan mulai banyak diproduksi. Hal ini cukup beralasan mengingat beton yang dicetak ditempat memerlukan biaya tinggi untuk bekisting atau cetakan dan waktu keringnya lama. Akan tetapi, jenis beton tersebut lebih banyak digunakan untuk dinding pagar, pabrik, kantor, rumah sakit, dan lain-lain.
- Kelebihan Penggunaan Beton Preacetak sistem Panel
1. Pemasangan mudah dan cepat
2. Permukaannya halus dan rapi sehingga tidak perlu diplester dan dapat langsung diaci.
3. Lebih kuat, tidak terbakar, dan tidak lapuk
4. Lebih ringan dan berongga
- Kekurangan Penggunaan Beton Pracetak sistem Panel
1. Pemasangannya menggunakan alat takel karena berat
2. Pembelian dalam partai kecil akan lebih mahal
3. Masih sulit diperoleh di toko material
2) Dinding Beton Cor Ditempat
Dinding beton cor ditempat banyak digunakan karena fungsi strukturnya dominan, yaitu etrjadinya komponen beton yang penulangannya menyatu dengan komponen lain seperti sloof , kolom dan balok.
Seperti dingding lift, dinding reservoar air, dinding laboraturium, dan lain-lain. Penggunaan mutu betonnya juga beragam sesuai dengan kekuatan struktur yang diinginkan, mialnya K200, K250, bahkan K500.
Untuk fungsi struktur, dinding beton diperkuat dengan rangka besi struktur yang dimensi dan jumlahnya disesuaikan dengan perhitungan strukturnya.
Selain bahan material tersebut, juga diperlukan cetakan beton. Cetakan beton berupa multiplek minimal 12 mm dengan rangka kayu penguat dari kaso 4/6 cm. Kebutuhannya disesuaikan dengan lokasinya.
Dan untuk kebutuhan tulangan besi dapat dihitung dengan satuan batang, dan ditambahkan kawat ikat atau kawat beton.
Agar mempeoleh mutu beton yang baik dengan biaya hemat, disarankan untuk menggunakan beton jadi atau Ready Mix
2. DINDING BATU BUATAN
a. Dinding Bata Merah
Bata merah merupakan bahan bangunan yang dibuat dari cetakan adukan tanah liat dengan atau tanpa bahan campuran lainnya yang kemudian dibakar dengan suhu tinggi. Tidak semua tanah liat dapat digunakan untuk bata merah, hanya tanah liat tertentu saja yang dapat digunakan. Tanah liat tersebut harus mengandung cukup pasir dan terrasa berlemak saat dipegang. Ukuran untuk tebal bata antara 3-5 cm, lebar 7-11 cm, panjang 17-22 cm serta berat sekitar 3 kg/biji.
Kebutuhan bahan baku untuk pasangan dinding bata merah adalah pasir pasang dan semen. Adukan pasangan bata merah beragam. Sebagai contoh, adukan untuk bata merah yang memerlukan kedap air berupa campuran 1 semen dan 3 pasir ayak. Sementara untuk tempat-tempat yang tidak memerlukan campuran kepad air dapat digunakan campuran adukan dengan pasir lebih banyak yaitu 1 semen dan 5 pasir ayak sehingga menghemat biaya.
- Kelebihan penggunaan dinding bata merah
1. Kedap air sehigga jarang terjadi rembesan pada tembok akibat air hujan
2. Keretakan relatif jarang terjadi
3. Kuat dan tahan lama karena bata merah tahan terhadap cuaca panas, cuaca dingin dan udara lembab
4. Rangka beton pengakunya lebih luas antara 9-23 m2
5. Penolak panas yang baik (Batu bata mampu membuat di dalam rumah terasa dingin walau di luar rumah cuaca panas.
- Kekurangan penggunaan dinding bata merah
1. Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan batako dan bahan dinding lainnya
2. Jika proses pembakarannya kurang matang, bata mudah retak dan pecah.
3. Biaya atau harga lebih tinggi
b. Dinding Batako Putih atau Tras
- Kelebihan penggunaan batako tras
1. Pemasangan relatif lebih cepat
2. Harga relatif murah
3. Irit Perekat
4. Tidak memerlukan plesteran dan acian untuk finishing
- Kekurangan penggunaan batako tras
1. Rapuh dan mudah pecah
2. Menyerap air sehingga dapat menyebabkan tembok lembap
3. Dinding mudah retak
4. Jumlah rangka beton pengaku lebih banyak, antara 7,5-9 m2
c. Dinding Batako Semen
Batako semen PC erbuat dari campuran semen PC dan pasir atau abu batu yang di-press padat. Ukuran dan model batako semen PC inilebih beragam dibandingkan denan batako putih.
Nama lain dari batako semen adalah batako pres. Batako pres ini juga masih dibedakan menjadi dua bagian, yaitu pres mesin dan pres tangan. Secara kasat mata perbedaan batako pres mesin dan batako pres tangan terletak pada kepadatan permukaan batakonya.
Batako semen PC biasanya memiliki dua atau tiga lubang disisinya. Lubang tersebut digunakan sebagai tempat adikan pengikat.
Dipasaran, batako semen biasanya berukuran panjang 36-40 cm, lebar 18-20 cm, dan tebal 8-10 c. keragaman ukuran akan sangat menentukan kualitas dinding yang dihasilkan.
- Kelebihan penggunaan batako semen
1. Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air
2. Pemasangan lebih cepat
3. Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9-12 m2
- Kekurangan Penggunaan Batako Semen
1. Harga relatif lebih mahal dibanding batako tras
2. Mudah terjadi retak rambut pada dinding
3. Mudah dilubangi karena terdapat lubang pada bagian sisinya
d. Dinding Bata Ringan
- Kelebihan Penggunaan Bata Ringan
1. Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya perembesan pada dinding
2. Pemasangan lebih cepat
3. Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9-12 m2
4. Karakteristiknya ringan, tahan api, dan mempunyai kekedapan suara yang baik
5. Tidak memerlukan plesteran yang tebal (umumnya ditentukan hanya 2,5 cm)
6. Daya kuat tekan yang tinggi
7. Lebih ringan dari pada bata biasa sehingga memperkecil beban struktur.
- Kekurangan Penggunaan Bata Ringan
1. Harga relatif lebih mahal
2. Tidak semua tukang berpengalaman memasang bata jenis ini
3. Hanya dijual di toko-toko material dalam jumlah 1 m3
3. DINDING KAYU
a. Dinding Papan Kayu
Dinding papan kayu biasanya digunakan pada bangunan konstruksi rangka kayu. Papan digunakan untuk dinding eksterior maupun interior, dengan sistem pemasangan horizontal dan vertikal. Konstruksi papan dipaku/ diskrup pada rangka kayu horizontal dan vertikal dengan jarak sekitar 1 meter (panjang papan di pasaran ± 2 m, tebal/ lebar beraneka ragam : 2/ 16, 2/20, 3/ 25, dll). Pemasangan dinding papan kayu harus memperhatikan sambungan/ hubungan antar papan (tanpa celah) agar air hujan tidak masuk. Selain itu juga harus memperhatikan sifat kayu yang bisa mengalami muai dan susut.
Kayu yang digunakan sebagai dinding rumah, cottage, restoran, atau tempat-tempat yang akan membawa kita hanyut dalam suasana alami. Untuk jenis kayu yang benar-benar berfungsi sebagai dinding harus kuat. Biasanya menggunakan jenis kayu jati, damar laut, meranti merah, bangkirai, sono keling, ulin, atau kayu besi dan lain-lain.
- Kelebihan Penggunaan Dinding Papan Kayu
1. Mudah mengerjakannya
2. Mudah dikombinasikan
3. Mendapat nuansa alami
4. Pekerjaan finishing mudah
5. Mudah dibentuk
6. Ringan
- Kekurangan Penggunaan Dinding Papan Kayu
1. Mudah terbakar
2. Tidak tahan rayap
3. Jenis kayu tertentu yang tidak tahan air
4. Harga kayu saat ini cukup mahal
5. Mudah susut sehingga cepat terjadi peregangan pada sambungan
b. Dinding Sirap
c. Dinding Bambu
Dahulu bambu yang dianyam menjadi dinding dan plafond sangat banyak ditemui didaerah pedesaan. Namun, anyaman bambu dengan beragam seni anyaman yang dipadukan antara kulit bambu dan bagian dalam menjadikan seni artistik tersendiri yang kini banyak dijumpai dikota-kota.
vernish atau pinotek. Finishing dinding bambu anyaman biasanya menggunakan cat tembok atau cat kayu tanpa plamur terlebih dahulu.
- Kelebihan Penggunaan Dinding Bambu
1. Murah
2. Pengerjaan mudah
3. Berkesan alami
4. Ringan
5. Diikat dengan tali injuk
- Kekurangan Penggunaan Dinding Bambu
1. Mudah terbakar
2. Mudah terkena hama bubuk
3. Susah mendapatkan jenis bambu yang bagus dengan motif khusus
4. DINDING BATU ALAM / BATU KALI
Saat ini dinding pasangan batu dipasang dengan menggunakan adukan campuran pasir dan semen. Bahkan ada juga yang menggunakan brojong kawat.
Dinding brojong kawat biasa digunaka sebai turap atau talud yang berfungsi menahan tanah di tepi sungai atau dipantai. Brojong digunakan untuk menghemat biaya atau sebagai pengganti semen untuk tempat-tempat yang jah dari angkutan semen dan pasir. Namun, penggunaan brojong kawat ini memiliki kekurangan, yaitu diperlukan batu yang banyak karena ketebalannya mencapai lebih dari 50 cm. Hal ini tentunya berbeda bila menggunakan perakat adukan semen dan pasir yang dapat dipasang satu lapis atau dengan ketebalan 20-30 cm. Kelemahan lain menggunaka dinding pasangan batu adalah harus dibuat tebal dan miring. Bila tipis dan berdiri tegak, tentu dindingnya akan sangat rawan runtuh.
Dengan kemampuan tukang yang terampil, dinding pasangan batu pun dapat tampi sangat artistik melalui plesteran mata sapi.
- Kelebihan Penggunaan Dinding Pasangan Batu
1. Harga murah
2. Pengerjaannya mudah
3. Mudah diperoleh
4. Kuat dan tahan lama
5. Cocok sebagai penahan tanah
- Kekurangan Penggunaan Dinding Pasangan Batu
1. Diperlukan ketebalan yang cukup
2. Bila dipasang miring, bagian bawah harus lebih tebal dati bagian atas
5. DINDING PAPAN FIBER SEMEN (Glassfiber Reinforced Cement/GRC)
- Kegunaan Papan Fiber
1. Digunakan untuk ekterior seperti dinding, cladding, lisplang, cover colom, penahan sinar matahari, pagar, tutup konstruksi baja, talang, atap dan lain-lain
2. Digunakan untuk interior sseperti lantai, partisi cubical toilet, panel pintu, penyekat partisi, peredam suara, plafond, dan lain-lain
3. Dialam terbuka, juga dapat digunakan untuk bangku taman, pot bunga, areal kolam renang, saluran irigasi, kotak sampah, tempat makanan ternak, pelindung kabel bawah tanah dan lain lain
- Ukuran Papan Fiber
Hingga saat ini sudah cukup banyak produsen papan fiber, diantaranya yaitu GRC dan Super Panel dengan ukuran rata-rata sebagai berikut:
Lembaran
1. 600 mm x 1.200 mm, tebal 4 mm
2. 1.220 mm x 2.440 mm, tebal 4 mm
3. 1.220 mm x 2.440 mm, tebal 5-15 mm
Papan
1. 100 mm x 2.2440 mm, tebal 9 mm
2. 200 mm x 2.440 mm, tebal 9 mm
3. 300 mm x 2.440 mm, tebal 9 mm
- Kelebihan Penggunaan Dinding GRC
1. Pemasangan lebih cepat
2. Tahan api
3. Tahan terhadap alkali
4. Tahan rayap
5. Tahan jamur
6. Tahan kelembapan
7. Tahan terhadap lenturan dan tarikan
8. Kedap suara
9. Ringan sehingga memudahkan pengangkutan
10. Mampu mengurangi penggunaan pendingin ruangan
- Kekurangan Penggunaan Dinding GRC
1. Kurang kokoh
2. Mudah rusak bila terkena benturan
3. Tidak dapat menyerap gelombang bunyi
6. Dinding Kaca
Bila daulu orang takut dengan kaca karena mudah pecah atau retak. Sekarang tidak demikian, bahkan partisi atau dinding dari kaca tanpa bingkai (Frame) pun sudah banyak digunakan, tak terkecuali juga pintu kaca. Inovasi produk dengan munculnya kaca elips, bulat, melengkung, dan sebagainya membuat arsitek atau desainer inteior semakin kreatif mendesain rumah tinggal.
Selain itu, inovasi produk kaca pun berkembang dari sisi ketebalan. Dipasaran saat ini banyak dijumpai kaca dengan ketebalan 2-20 mm bahkan ada yang lebih tebal lagi melalui pemasangan khusus.
- Kelebihan Penggunaan Dinding Kaca
1. Meniadakan batas ruang dan menghadirkan pemandangan luar ke dalam ruangan.
2. Cahaya luar banyak masuk sehingga hemat listrik
3. Nilai estesitas
- Kekurangan Penggunaan Dinding Kaca
1. Harga mahal
2. Menimbulkan rasa takut
3. Rawan pecah
2.4 FINISHING DINDING
1. Plesteran
Untuk menutupi permukaan dinding pasangan bata merah, batako, maupun hebel biasanya digunakan plesteran. Ada dua macam plesteran, yaitu plesteran biasa ( adukan 1 : 5) dan plesteran trasram (adukan 1 : 3).
Bahan baku yang diperlukan untuk pembuatan plesteran adalah semen PC dan pasir pasang. Selain itu, dapat juga ditambahkan campuran batu kapur (gaping).
Acian
Agar terlihat rata dan rapi, biasanya dinding diplester dengan acian. Acian merupakan pekerjaan penutupan plesteran menggunakan semen saja atau campuran semen dan mil dengan perbandingan 1 : 2 hingga 1 : 5. Agar kualitas plesteran acian sempurna, pemasangan aciannya dilakukan dengan 2-3 hari umur plesteran. Dengan waktu tersebut diperkirakan plesteran sudah kering dalam cuaca normal.
2. Pengecatan
Ada dua jenis cat solid yang digunakan dalam finishing dinding, yaitu cat dasar dan cat finish . selain itu ada juga cat transparan.
a) Cat dasar (meni, zink cromat, plamur)
Cat yang biasanya dipakai sebagai cat dasar pada kayu adalah cat meni dan pada besi adalah cat zink cromat. Fungsi cat meni untuk kayu sebagai pengisi pori sehingga tidak boros dalam pemakaian cat finish. Ini berbeda dengan zink cromat yang fungsinya bukan untuk mengisi pori besi, melainkan hanya untuk menahan karat sehingga dapat dibuat besi lebih awet.
Untuk cat dasar pada tembok atau dinding biasanya menggunakan plamur tembok. Fungsi plamur tembok ini sama dengan meni kayu, yaitu mengisi pori atau retak rambut pada dinding
b) Cat Finish
Cat finish untuk tembok atau kayu olahan umumnya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu cat interior, cat eksterior, dan cat dekoratif. Namun, bila diliha dari bahan dasarnya maka cat finish dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu berbahan dasar air (water based) dan berbahan dasar minyak (solvent based).
Kedua jenis cat tersebut memang dapat digunakan untuk interior, eksterior, dan dekoratif. Namun hasil dan umurnya akan berbeda-beda. Untuk bagian luar memerluakan ketahanan cukup kuat dari terpaan cuaca dan mudah dibersihkan dengan lap basah maka cat yang digunakan adalah cat exterior weater shealt. Sementara untuk bagian dalam, jenis cat eksterior juga dapat digunakan, tetapi harganya dua kali lipat dari cat biasa. Oleh karena itu, perlu dipikirkan dalam pemilihan cat menyangkut penghematan biaya. Agar cat tidak belang, biasanya digunakan cat dasar jenis alkali resistance sebelum diberi cat finish, terutaman untuk tembok atau dinding tripek baru.
Bahan pengencer untuk cat berbahan dasar air dan berbahan dasar minyak adalah air. Sementara untuk at dekoratif tidak perlu ditambahkan bahan pengencer lain karena cat ini sudah dalam bentuk jadi atau siap aplikasi. Cat dekorasi sedah dicampur pasir kwarsa untuk memperindah permukaan bidang yang dicat.
Cat finish untuk besi dan kayu sering disebut cat minyak (cat solid). Dalam penggunaannya cat minyak ini perlu dicampur minyak cat yang disebut tinner.
c) Cat Transparan (Politur, Melamik, Ultran, dan lain-lain)
Sebagai cat finishing permukaan kayu seperti meunel, kusen, daun pintu, daun jendela, material dinding, atau partisi yang ingin ditampilkan atau ditonjolkan tekstur serat kayunya maka diperlukan jenis cat tranpasran. Ada beberapa jenis cat transparan yang dapat digunakan adalah politur, melamik, atau melamin, pinotek, akrilik, polyurethane, vernis, dan lain-lain.
3. Keramik
Perencanaan pemasangan keramik
a. Tentukan peruntukan jenis keramik yang dibutuhkan, untuk dinding interior atau dinding ekterior
b. Pilih jenis keramik sesuai dengan kondisi tempat pemasangannya
c. Tentukan luas permukaan yang akan dilapisi keramik dan jenis bahan pemasangannya
d. Tentukan warna, ukuran, dan motif keramik yang akan dipilih
e. Tentukan metode pemasangan yang diinginkan, open joint atau closed joint.
f. Tentukan pola pemasangan yang diinginkan, paralel atau diagonal
4. Batu Alam atau Batu Tempel
Dibeberapa daerah ada kekhasan dalam penggunaan pelapis dinding luar, baik sebagai kombinasi maupun total pelapis.
1. Batu Paras
Batu paras merupakan batu alam yang indah dan sudah bertektur baik, dan beragam warna yang dapat dijumpai seperti putih, putih kekuningan, hijau, dan kuning kemerahan
2. Batu Candi
Batu candi berwarna kehitaman dan banyak terdapat didaerah magelang, Jawa Tengah. Penampilan batu ini sangat indah bila dipasang ditembok ekterior atau taman. Pemasangannya tergolong mudah
3. Batu Andesit
5. Panel Komposit
Dalam konsep desain eksterior, pemilik rumah selalu memilih bahan atau material yang tahan panas, tahan lama, mudah dibentuk sesuai aplikasi yang diinginkan, dan mudah dirawat. Pada masalalu hanya bata yang dilapi keramik sehingga selain berat juga pemasangannyaa cukup lama untuk bangunan-bangunan bertingkat tinggi. Hal ini tentu saja akan sulit dilakukan pembersihan luut yang menempel didinding.
Setelah ada panel komposit, kolsu;tan, kontraktor, atau pemilik bangunan rumah bertingkat sudah memiliki alternatif menggunakan material yang ringan, pemasangan cepat, dan warna yang tahan lama. Penggunaan panel komposit pada dinding juga dapat menekan biaya strultur bangunan karena ringan. Hal ini disebabkan bahannya terbuat dari plastik diapisi alumunium
Kelebihan panel komposit yaitu tahan terhadap suhu diatas 100oC. kelebihan lainnya adalah dapat mudah dibentuk, dapat dibuat cover colom berbentuk bulat, serta dibentuk dengan sudut 90o, 60o, 45o, dan 30o tanpa pecah.
6. Dinding Terakota
Bila meihat terakota, itu sama dengan kita lihat bata merah atau bata tabanan di Bali. Terakota banyak digunakan untuk dinding-dinding kuno di Bali. Biasanya digunakan bata merah tanpa plesteran di Bali. Namun, sekarang diproduksi didaerah industri genteng seperti Plered.
Dinding terakota memiliki ukuran 10 cm x 20 cm dan 5 cm x 20 cm. Pemasangannya sama dengan pemasangan dinding keramik. Dan memiliki warna coklat kemerahan dan digunakan pada ruang-ruang terbuka seperti dinding luar atau pagar sehingga diperoleh kesan yang alami.
7. Granit dan Marmer
Dua jenis batu alam ini terkadang membuat banyak orang terkecoh saat melihatnya. Ini disebabkan penampilan kedua bahan ini mirip sehingga banyak orang terkecoh. Cara paling sederhana membedakan keduanya adalah denagn memeprhatikan harganya. Granit lebih mahal dibanding marmer. Namun, ada juga marmer dengan warna-warna indah sehingga harnya dapat bersaing denagn granit.
- Kelebihan granit atau marmer
1. Pilihannya banyak
2. Perawatannya mudah
3. Tahan api
4. Terkesan mewah dan indah
5. Dingin diruangan karenya menyerap panas
- Kekurangan granit atau marmer
1. Harga mahal
2. Sering tertipu antara marmer dan granit
3. Tidak semua orang bisa melakukan pemasangan dengan baik
8. Dinding Metal
9. Papan gipsum
Papan gipsum ini memiliki permukaan yang rata sehingga memudahkan dalam pekerjaan penyelesaian akhir, baik dengan aplikasi cat maupun pelapisan wallpaper. Ada juga jenis untuk wet area yang dipasang didaerah-daerah basah.
- Kelebihan Penggunaan Papan Gipsum
1. Ringan
2. Pengerjaannya cepat
3. Perawatanyya mudah
4. Terkesan mewah
- Kekurangan Penggunaan Papan Gipsum
1. Tidak tahan benturan
2. Finishing memerlukan pelapis seperti Wallpaper
10. Wallpaper
Motif wallpaper saat ini sangat banyak, diantaranya polos, salur, kotak, motif, buah-buahan, tanaman, binatang, dan sebagainya.
Bahan dasar wallpaper ini tidak berbeda dengan bahan dasar kertas biasa yaitu jurami dan bambu. Hanya saja wallpaper dapat tahan air tidak mudah sobek. Wallpaper dapat tahan air karena permukaanna mengilat, sedangkan tidak mudah sobek karena mengandung vinil
11. Dinding Kayu Lapis
Kayu lapis yang sudah bertekstur indah disebut teakwood atau taekblock. Permukaan teaklock sudah halus dan berasal dari jenis kayu berkualitas baik. Biasanya kayu lapis ini digunakan untuk sekat ruang yang langsung di-finishing.
Untuk penggunaan diruangan basah, jenis kayu lapisnya berlapisan vinil atau melamik. Biasanya kayu lapis seperti ini digunakan untuk dapus basah, atau bagian luar yang terkena air. Penggunaannyapun bisa untuk partisi, ruang rapat, perkantoran, restoran dan sebagainya.
12. Realief Dinding
Relief Dinding dapat juga dijadikan media untuk membuat karya seni dengan menggunakan model tekstur relief. Bentuk gambar yang terdapat pada relief dapat merupakan sebuah illustrasi, penanda, lambang atau tidak berarti sama sekali, berupa hiasan dengan bentuk hewan ataupun tumbuhan.
13. Kamprot
Kamprot merupakan teknik melapisi pasangan dinding bata atau pasangan dinding tembok lainnya dengan adukan plesteran yang kasar
2.5 AKSESORIS DINDING
Untuk bidang dinding, baik masif maupun mudah bergetar, dapat digunakan aksesoris dinding yang berfungsi untuk pelengkap keindahan maupun berfungsi khusus. Misalnya penerangan atau penataudaraan. Aksesoris dinding yang berfungsi antara lain glassblock atau roster.
a. Lis
Sebagai pelengkap keindahan dinding, biasanya digunakan ornamen tempel dan lis dari bahan gipsum, alumunium, atau kayu. Selain lis sebagai pemisah jenis dinding yang berbeda, misalnya dari tembok ke kayu, dari dinding ke lantai.
b. Plint
Sementara untuk plint yang digunakan sebagai pembatas dinding dan lantai berukuran 5-20 cm. Jenis plint ini terbuat dari kayu. Alumunium, kaca akrilik, kaca cermin, atau stainless steel.
c. Glassblock
Glassblock adalah balok dari kaca berukuran 20 cm x 20 cm dengan ketebalan 10 cm atau 12,5 cm dengan tengahnya berogga, glassblock dipakai pada dinding ruangan yang butuh pencahayaan, tetapi tidak dapat dibuatkan jenis jendela karena ruanyya sempit atau berbatasan dengan rumah tetangga.
d. Roster
Untuk roster, ada beberapa jenis di antaranya adalah balok maupun silinder berlubang. Bahan pembuatnya dalah kayu, keramik, tanah, batu candi, atau olahan pasir semen yang berfungsi untuk sirkulasi udara.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dinding adalah suatu struktur padat yang membatasi dan kadang melindungi suatu area. Umumnya, dinding membatasi suatu bangunan menjadi ruangan-ruangan, atau melindungi atau membatasi suatu ruang di alam terbuka.
Dinding ada yang berupa dinding partisi (tidak menahan beban) dan ada yang berupa dinding struktural (bearing wall). Dinding partisi yang sifatnya non struktural harus diperkuat dengan rangka (untuk dinding partisi yang sifatnya non struktural harus diperkuat dengan rangka (untuk kayu), dan kolom praktis, sloof, ringbalk (untuk bata). Dan ada tiga jenis utama dinding struktural adalah dinding bangunan, dinding pembatas (boundary ), serta dinding penahan (retaining).
Dan pada saat telah banyak penggunaan bahan finishing yang dapat memberikan nilai estetika pada suatu bangunan. Bahkan bukan hanya estetika tetapi berguna pula untuk memberikan daya dukung struktur.
DAFTAR PUSTAKA
- Susanta, Gatut. 2009. Panduang Lengkap Membangun Rumah Bertingkat. Depok: Griya Kreatif